Prediksi Tren London Fashion Week Fall/Winter 2026 yang Mendominasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:23:19 WIB
Prediksi Tren London Fashion Week Fall/Winter 2026 yang Mendominasi

JAKARTA - London Fashion Week (LFW) selalu menjadi ajang yang dinanti bagi para penggemar fashion dunia, dan LFW Fall/Winter 2026 tidak terkecuali. 

Acara yang berlangsung dari 19 hingga 23 Februari 2026 ini menghadirkan koleksi-koleksi yang menggabungkan keanggunan warisan Inggris dengan desain yang lebih modern dan fungsional. 

Dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya yang lebih fokus pada pernyataan individual, LFW kali ini menunjukkan arah yang lebih terstruktur dan penuh eksperimen.

Beberapa elemen klasik yang mengacu pada sejarah mode Inggris dihadirkan dengan sentuhan yang lebih segar, sementara warna dan material yang digunakan menjadi lebih konseptual. Dari motif plaid yang lebih berani hingga tren fur yang kembali menjadi primadona, berikut adalah beberapa tren utama yang muncul di LFW 2026.

Kehadiran Estetika Aristokratik Inggris di Runway

Salah satu tren paling mencolok di LFW 2026 adalah kebangkitan estetika aristokratik Inggris. Detail seperti kerah Elizabethan yang tinggi dan ruffled menjadi sorotan utama, menciptakan nuansa elegan dan klasik. Burberry, salah satu rumah mode terkemuka, menghadirkan high collars pada outerwear klasik, sementara Erdem mengeksplorasi neckline tinggi dengan sentuhan romantis yang lembut.

Tidak hanya itu, beberapa desainer lain seperti Pauline Dujancourt dan Raw Mango juga turut menghadirkan interpretasi mereka sendiri dari estetika ini. Raw Mango menambahkan kerah tinggi yang lebih ornamen, menggabungkan unsur kerajinan tangan yang kental dengan estetika tinggi tersebut. 

Penggunaan kerah Elizabethan dan lace juga menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan Inggris, namun dengan sentuhan modern yang sangat relevan dengan tren fashion masa kini.

Plaid dan Tartan dalam Sentuhan Modern

Motif plaid yang identik dengan tren klasik Inggris kembali hadir di runway LFW 2026, namun kali ini dengan pendekatan yang lebih berani dan eksperimental. 

Burberry, sebagai brand yang dikenal dengan pola tartannya, menampilkan plaid dalam bentuk outerwear dan tailoring yang lebih ramping dan modern. Sementara itu, Toga mengeksplorasi plaid dengan proporsi yang tidak konvensional dan lebih artistik.

Erdem dan Maximilian Raynor turut memperkaya motif tartan dengan kombinasi bordir dan floral, menciptakan tampilan yang lebih dinamis. 

Dengan penggunaan warna kontras dan detail artistik, plaid kembali menjadi fondasi penting untuk koleksi musim ini, memberikan kesan segar meski tetap mempertahankan kesan klasik yang kuat. Bagi penggemar motif tartan, LFW 2026 memberikan versi yang lebih beragam dan berani, membawa plaid lebih jauh lagi dalam sejarah mode Inggris.

Floral yang Lebih Gelap untuk Musim Dingin

Biasanya identik dengan musim semi, motif bunga kini hadir dengan sentuhan yang lebih gelap dan dewasa pada LFW 2026. Desainer seperti Emilia Wickstead dan Patrick McDowell menampilkan floral dengan warna-warna yang lebih matang dan dipadukan dengan siluet yang terstruktur. Motif bunga yang semula cerah kini menjadi lebih sophisticated, cocok dengan suasana musim dingin.

Erdem menghadirkan floral dengan pendekatan lebih artistik, menjadikannya bagian integral dari konstruksi desain. Floral yang semula identik dengan kesan lembut kini tampil lebih gelap dan artistik, memberikan kesan dramatis dan lebih mendalam.

 Ini merupakan cara baru untuk menafsirkan bunga di musim yang lebih dingin, membawa karakter bunga yang lebih dewasa dan terstruktur ke runway.

Warna Biru Sebagai Alternatif Elegan untuk Hitam

Di LFW 2026, warna biru muncul sebagai alternatif yang lebih segar dan dinamis dibandingkan dengan hitam atau coklat. Cobalt yang terang hingga navy yang lebih dalam menjadi aksen yang konsisten di berbagai koleksi. 

Desainer seperti Pauline Dujancourt dan Tolu Coker memanfaatkan warna cobalt untuk menciptakan focal point yang kuat dalam koleksi mereka, sementara Joseph, Toga, dan Bora Aksu memilih navy untuk memberikan kesan lebih refined dan komersial.

Biru, dengan palet yang begitu luas, menawarkan nuansa yang lebih beragam dan mampu menambah dimensi pada siluet koleksi. Warna ini memberikan kesan elegan yang lebih kontemporer, menjadikannya pilihan utama yang menggantikan warna gelap seperti hitam yang lebih tradisional. 

LFW 2026 membuktikan bahwa biru bukan hanya warna alternatif, melainkan warna yang bisa membawa nuansa segar dalam dunia mode.

Layering yang Stylish dan Fungsional

Layering menjadi tren dominan di LFW 2026, tidak hanya karena alasan stylistic tetapi juga karena fungsionalitasnya. Teknik layering yang memadukan berbagai elemen pakaian seperti kemeja, jaket, dan rajutan kini lebih eksploratif. Desainer seperti Toga, Emilia Wickstead, dan Natasha Zinko mengeksplorasi layering dengan kombinasi tekstur dan proporsi yang kontras.

Layering tidak hanya menciptakan tampilan yang stylish tetapi juga praktis, terutama untuk menghadapi musim dingin. Beberapa desainer lainnya, seperti Pauline Dujancourt, menunjukkan bagaimana teknik ini dapat tetap ringan dan elegan dengan memadukan knitwear berlapis. 

Layering hadir tidak hanya untuk meningkatkan tampilan secara visual, tetapi juga sebagai solusi praktis untuk cuaca yang lebih dingin, membawa tren ini menjadi lebih multifungsi di LFW 2026.

Transformasi Hoodie dalam Dunia Fashion Formal

Hoodie yang selama ini dikenal sebagai item kasual atau streetwear kini mengalami transformasi besar di LFW Fall/Winter 2026. Desainer seperti Chet Lo, Johanna Parv, dan Labrum London berhasil mengangkat hoodie menjadi bagian dari koleksi formal dengan memadukannya dengan gaun panjang, jaket tailoring, dan atasan berstruktur.

Pergeseran dalam penggunaan hoodie ini mencerminkan bagaimana batas antara pakaian santai dan formal semakin kabur. Hoodie, yang dulunya identik dengan suasana loungewear, kini tampil lebih berkelas dan terintegrasi dalam siluet formal yang lebih dinamis. 

Di runway Mithridate dan Labrum London, hoodie menunjukkan bagaimana elemen kasual ini bisa dipadukan dengan pakaian formal tanpa kehilangan esensi kenyamanannya.

Fur Menjadi Aksen Elegan untuk Musim Dingin

Fur kembali menjadi tren yang kuat di LFW Fall/Winter 2026, tetapi kali ini hadir dalam bentuk yang lebih sederhana dan refined. Fur tidak lagi mendominasi siluet dengan jaket oversized, melainkan hadir sebagai aksen pada kerah, cuffs, dan trim coat. Burberry, Bora Aksu, dan Sinead Gorey memperkenalkan fur dalam bentuk aksen yang lebih halus, memberikan sentuhan elegan pada koleksi mereka.

Burberry, misalnya, menghadirkan fur pada kerah coat panjang yang bernuansa heritage, sementara Bora Aksu menambahkan sentuhan trim fur pada siluet paisley yang romantis. 

Dengan pendekatan yang lebih ringan dan terstruktur, fur memberikan kesan mewah tanpa menambah beban pada penampilan, menjadikannya aksen yang sangat cocok untuk musim dingin yang elegan.

Terkini