JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang menegaskan kesiapan maksimal menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Kesiapan ini meliputi seluruh aspek mulai sumber daya manusia, sarana, hingga prasarana operasional. Tujuannya adalah menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh penumpang.
Dewan Komisaris KAI I Wayan Sugiri menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh elemen KAI diinstruksikan untuk proaktif mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi risiko. Semangat kebersamaan dan disiplin menjadi kunci agar layanan dapat optimal selama masa Angkutan Lebaran.
Masa Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 18 hari. Periode ini dimulai dari awal hingga akhir bulan Maret. KAI Daop 4 menyiapkan berbagai langkah strategis agar seluruh operasional berjalan tanpa kendala.
Pengamanan Selama Mudik
Keamanan menjadi perhatian utama KAI Daop 4 dalam operasional mudik. Sebanyak 393 personel disiapkan untuk menjaga kelancaran perjalanan. Personel ini terdiri dari gabungan Polsuska, petugas keamanan internal, dan bantuan dari TNI/Polri.
Sugiri menjelaskan pengamanan ini termasuk patroli, pengawasan perlintasan, dan pemantauan daerah rawan. Personel tambahan dikerahkan untuk memastikan potensi gangguan dapat diminimalkan. Kolaborasi dengan pihak berwajib menjadi strategi efektif menjaga keamanan penumpang.
Selain pengamanan, koordinasi internal juga dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Semua aspek mulai lokomotif, kereta, hingga fasilitas penunjang dicek secara menyeluruh. Dengan langkah ini, KAI memastikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman.
Ketersediaan Tempat Duduk dan Penumpang
KAI Daop 4 menyiapkan 19.246 tempat duduk per hari selama periode Angkutan Lebaran. Total kapasitas mencapai lebih dari 423 ribu tempat duduk. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya, menandakan antusiasme masyarakat menggunakan kereta api.
Tingginya pemesanan tiket menunjukkan kenaikan jumlah penumpang sekitar 3 persen. Keberangkatan awal dari Semarang telah terjual hampir separuh kapasitas. Hari terpadat diperkirakan pada pertengahan bulan Maret dengan lebih dari 22 ribu penumpang per hari.
Ketersediaan tempat duduk yang cukup menjadi langkah penting menjaga kenyamanan penumpang. Penumpang tidak perlu khawatir kekurangan tiket di momen puncak mudik. Hal ini sekaligus mendukung KAI dalam memberikan layanan optimal.
Keandalan Sarana dan Mitigasi Gangguan
Sarana kereta api telah melalui pemeriksaan kelaikan operasional atau Ramp Check. Sebanyak 20 lokomotif dan 138 kereta penumpang siap digunakan. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan semua sarana aman dan layak digunakan sepanjang masa mudik.
Selain itu, KAI Daop 4 memetakan 39 daerah rawan gangguan perjalanan. Personel tambahan dikerahkan untuk memantau jalur dan perlintasan. Upaya ini dilakukan agar perjalanan penumpang tetap aman dan terhindar dari gangguan signifikan.
Mitigasi gangguan mencakup pemeriksaan jalur, penjagaan perlintasan, dan pemantauan lokasi rawan. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi. Dengan strategi ini, risiko gangguan perjalanan dapat ditekan seminimal mungkin.
Komitmen Memberikan Layanan Prima
Sugiri menegaskan komitmen KAI menghadirkan layanan prima selama mudik Lebaran. Seluruh insan KAI bekerja sama dengan stakeholder terkait. Tujuannya adalah memastikan perjalanan penumpang aman, nyaman, dan bebas hambatan.
Kolaborasi ini melibatkan koordinasi internal dan eksternal secara berkesinambungan. Setiap personel memiliki peran jelas untuk mendukung kelancaran angkutan. Dengan dukungan seluruh elemen, KAI menargetkan zero accident selama periode Angkutan Lebaran.
KAI Daop 4 berharap pengalaman mudik kali ini memberikan kepuasan maksimal bagi penumpang. Keamanan, kenyamanan, dan ketersediaan sarana menjadi fokus utama. Semangat kolaborasi dan persiapan matang memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 menjadi pengalaman positif.