Energi Mega

Energi Mega Persada Catat Kinerja Positif dengan Investasi Strategis Tahun 2025

Energi Mega Persada Catat Kinerja Positif dengan Investasi Strategis Tahun 2025
Energi Mega Persada Catat Kinerja Positif dengan Investasi Strategis Tahun 2025

JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menunjukkan performa keuangan yang solid sepanjang 2025. 

Kenaikan penjualan, EBITDA, dan laba bersih menegaskan efektivitas strategi perusahaan. Pertumbuhan ini menandai momentum positif yang menjadi dasar ekspansi jangka panjang.

Syailendra S. Bakrie, CEO & Direktur Utama ENRG, menjelaskan capaian tersebut tak lepas dari strategi investasi dan pengembangan aset. 

"Hasilnya, kami mampu meningkatkan keandalan lapangan-lapangan kami serta memperluas kapasitas produksi aset pada masa mendatang," katanya. Langkah ini menjadi fondasi bagi penguatan produksi migas nasional.

Perusahaan juga menekankan efisiensi operasional sebagai kunci pertumbuhan berkelanjutan. Pemeliharaan aset secara optimal dan manajemen keuangan yang disiplin menjadi faktor pendorong. ENRG menargetkan peningkatan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham melalui kebijakan ini.

Pertumbuhan Penjualan dan EBITDA yang Konsisten

Penjualan bersih ENRG mencatat pertumbuhan 7% year on year menjadi US$ 498,13 juta pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan permintaan migas yang stabil serta strategi penjualan yang efektif. Seluruh lini bisnis perusahaan berhasil memberikan kontribusi positif terhadap top line.

EBITDA perusahaan juga meningkat 11% yoy menjadi US$ 309,71 juta. Peningkatan ini menunjukkan efisiensi biaya dan pengelolaan operasional yang terkontrol. Perusahaan berhasil memaksimalkan hasil produksi tanpa menambah beban finansial signifikan.

Pencapaian EBITDA tersebut menegaskan bahwa ENRG mampu mempertahankan profitabilitas meski menghadapi fluktuasi harga minyak global. Strategi alokasi modal yang cermat menjadi faktor penopang utama. Hal ini juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk ekspansi dan investasi lebih lanjut.

Laba Bersih Melonjak dan Dampak Investasi Eksplorasi

Laba bersih ENRG melonjak 21% yoy menjadi US$ 91,53 juta pada 2025. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan pengendalian biaya operasional. CEO ENRG menekankan investasi besar pada eksplorasi sebagai faktor utama.

"Pada 2025 ENRG menginvestasikan lebih dari US$ 250 juta untuk program eksplorasi dan pengembangan di seluruh aset produksi milik perusahaan," jelas Syailendra. Investasi ini tak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat keandalan lapangan.

Langkah strategis ini memungkinkan perusahaan untuk menyiapkan aset jangka panjang yang lebih kompetitif. Pengembangan lapangan migas menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan laba. Perusahaan memanfaatkan peluang pasar dan teknologi untuk memaksimalkan hasil investasi.

Efisiensi Operasional dan Manajemen Keuangan yang Prudent

Edoardus Ardianto, CFO & Wakil Direktur Utama ENRG, menekankan fokus perusahaan pada efisiensi operasional. "Kami tetap berfokus untuk memaksimalkan nilai dari aset-aset yang ada melalui efisiensi operasional, alokasi modal yang disiplin, serta pengelolaan keuangan yang prudent," ujarnya. Langkah ini menjaga profitabilitas sekaligus memitigasi risiko finansial.

Efisiensi operasional dilakukan melalui pemeliharaan aset yang optimal dan monitoring kinerja secara ketat. Perusahaan juga memastikan alokasi modal tepat sasaran sesuai prioritas strategis. Hal ini memungkinkan pengembangan lapangan baru tanpa mengganggu kinerja keuangan perusahaan.

Selain itu, manajemen keuangan yang disiplin menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan mampu mengendalikan biaya dan mengoptimalkan pendapatan. Strategi ini memastikan ENRG tetap kompetitif dan berkelanjutan di pasar energi global.

Target Kinerja dan Penerbitan Obligasi untuk Masa Depan

ENRG menargetkan penguatan kinerja keuangan dan peningkatan nilai bagi pemegang saham. Perusahaan merencanakan strategi jangka panjang melalui investasi, efisiensi, dan ekspansi kapasitas produksi. Upaya ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan stabilitas operasional.

Keberhasilan penerbitan obligasi pada kuartal pertama 2026 menjadi faktor penting dalam strategi pendanaan perusahaan. "Selain itu, keberhasilan penerbitan obligasi kami pada kuartal pertama tahun 2026 akan menurunkan biaya pendanaan perusahaan ke depan," kata Edoardus. Dengan biaya pendanaan lebih rendah, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk investasi.

Langkah ini diharapkan memperkuat posisi ENRG di pasar migas domestik dan internasional. Pengelolaan keuangan yang prudensial dan investasi strategis menjadi kunci pertumbuhan. Perusahaan siap menghadapi tantangan pasar sambil terus meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index