Ketua DPR RI Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani Tekankan Kepedulian Sosial dalam Momentum Ramadhan

Ketua DPR RI Puan Maharani Tekankan Kepedulian Sosial dalam Momentum Ramadhan
Ketua DPR RI Puan Maharani Tekankan Kepedulian Sosial dalam Momentum Ramadhan

JAKARTA - Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan terasa kuat di lingkungan DPR RI. 

Momentum bulan suci dimaknai bukan hanya sebagai peningkatan ibadah personal, tetapi juga sebagai penguatan kepedulian sosial. Semangat itu ditegaskan langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengajak seluruh keluarga besar DPR memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di awal Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, bulan suci bukan hanya tentang peningkatan ibadah personal. Ramadan juga menjadi momentum mempererat solidaritas dan berbagi kepada sesama.

Pesan tersebut disampaikan Puan saat menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Persaudaraan Istri Anggota DPR RI di Ruang Pustaka Loka, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Acara ini dipimpin oleh Ketua PIA DPR RI, Euis Handayani Dasco. Turut hadir Wakil Ketua PIA, Ilah Holilah Saan Mustopa dan Eneng Cucun Ahmad Syamsurijal, beserta pengurus lainnya.

Bakti Sosial dan Makna Berbagi

Dalam kegiatan tersebut, PIA DPR membagikan bantuan sembako kepada karyawan DPR serta santunan bagi anak-anak yatim. Acara turut dimeriahkan dengan penampilan tilawah dan marawis. Suasana khidmat Ramadan pun semakin terasa di tengah kebersamaan yang terjalin.

Di hadapan karyawan dan anggota DPR, Puan menekankan bahwa Ramadan selalu mengajarkan makna berbagi. Ia mengingatkan pentingnya melihat keberkahan dari apa yang diberikan kepada sesama. Nilai itu, menurutnya, harus terus dihidupkan dalam setiap kesempatan.

“Ramadan selalu mengajarkan kita bahwa keberkahan bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang apa yang kita bagikan,” kata Puan dalam sambutannya. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa berbagi adalah inti dari semangat Ramadan. Ia mengajak seluruh elemen DPR menanamkan nilai tersebut dalam keseharian.

Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Sendiri

Puan menegaskan kegiatan sosial ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DPR RI. Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial secara konkret.

“Acara ini adalah wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong keluarga besar DPR RI. Bahwa di bulan suci ini, kita tidak hanya memperkuat ibadah personal, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial,” tuturnya. Pesan itu menegaskan pentingnya keseimbangan antara ibadah dan aksi sosial.

Kepada karyawan dan anggota DPR yang hadir, Puan menekankan komitmen memperkuat kepedulian harus dimulai dari dalam. Ia menyoroti pentingnya membangun kebersamaan dan solidaritas di lingkungan DPR sendiri. Menurutnya, kekuatan lembaga juga ditentukan oleh kekompakan internal.

“Dari bagaimana kita membangun kebersamaan, menjaga solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian di lingkungan DPR RI sendiri,” imbuhnya. “Karena lembaga yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kewenangan yang dimilikinya, tetapi oleh kekompakan dan kepedulian orang-orang yang ada di dalamnya,” imbuh Puan.

Menurut Puan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan PIA DPR menjadi fondasi penting bagi DPR RI. Ia menilai energi positif dari dalam akan tercermin dalam pelaksanaan tugas konstitusional. Dengan saling menguatkan, kerja lembaga dapat berjalan lebih bertanggung jawab dan penuh hati.

“Jika di dalam kita saling menguatkan, saling menghargai, dan saling peduli, maka energi positif itu akan tercermin dalam setiap kerja dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ucapnya. Pernyataan tersebut menekankan hubungan erat antara solidaritas internal dan kualitas pengabdian.

Apresiasi bagi Karyawan dan Unsur Pendukung

Dalam kesempatan itu, Puan juga menyoroti peran penting para karyawan DPR. Ia menyebut pengamanan dalam, petugas kebersihan, hingga staf honorer sebagai bagian tak terpisahkan dari roda institusi. Dedikasi mereka dinilai sangat menentukan kelancaran tugas-tugas konstitusional.

“Tanpa dedikasi saudara-saudara sekalian, tugas-tugas konstitusional DPR RI tidak akan berjalan dengan baik,” tegasnya. Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi yang sering kali tidak terlihat. Puan menilai setiap unsur memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja lembaga.

Ia pun mengapresiasi PIA DPR RI yang telah menginisiasi kegiatan penuh makna ini. Menurutnya, kebersamaan seperti ini harus terus dipelihara. “Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus kita jaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang waktu,” ungkapnya.

Ramadan dan Komitmen Berpihak kepada Rakyat

Puan mengajak seluruh pihak di DPR menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Ia juga mendorong pendalaman empati serta penegasan komitmen dewan untuk selalu berpihak kepada rakyat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan.

“Semoga setiap langkah kecil kebaikan yang kita lakukan hari ini menjadi amal yang membawa keberkahan bagi kita semua,” sebut Puan. Harapan itu menjadi penutup pesan yang sarat makna. Ramadan diharapkan memperkuat tekad untuk bekerja demi kepentingan masyarakat luas.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian simbolis bantuan sembako dan santunan kepada anak yatim oleh pimpinan DPR dan pengurus PIA. Sesi foto bersama dilakukan dalam suasana penuh kebersamaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas adalah kekuatan utama dalam mengemban amanah publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index