Jasindo

Jasindo Tangani Dampak Kenaikan Klaim Akibat Bencana Alam yang Meningkat

Jasindo Tangani Dampak Kenaikan Klaim Akibat Bencana Alam yang Meningkat
Jasindo Tangani Dampak Kenaikan Klaim Akibat Bencana Alam yang Meningkat

JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo menghadapi tantangan besar seiring dengan meningkatnya intensitas bencana alam yang berdampak pada portofolio bisnisnya. 

Salah satu dampak nyata yang dirasakan adalah kenaikan klaim, terutama yang berhubungan dengan sektor aset negara, infrastruktur, dan properti.

Seiring dengan peran vitalnya dalam menyediakan perlindungan asuransi terhadap berbagai jenis aset, Jasindo telah merasakan dampak yang cukup signifikan dari tingginya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terakhir. 

Dalam menghadapinya, perusahaan asuransi milik negara ini terus berupaya untuk menyesuaikan kebijakan serta strategi bisnisnya agar dapat memberikan layanan yang optimal dan mengelola risiko secara efektif. 

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai langkah-langkah Jasindo dalam menghadapi kenaikan klaim dan dampaknya terhadap portofolio mereka.

Bencana Alam Pengaruhi Kenaikan Klaim Asuransi

Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Jasindo, menyatakan bahwa faktor utama yang memicu kenaikan klaim adalah meningkatnya intensitas bencana alam. 

Klaim asuransi yang meningkat paling banyak terjadi pada lini bisnis yang memiliki eksposur langsung terhadap risiko bencana, seperti aset negara dan infrastruktur penting.

Dalam penjelasannya, Brellian menekankan bahwa semakin seringnya kejadian bencana alam, baik itu gempa bumi, banjir, maupun bencana lainnya, menyebabkan portofolio asuransi yang terkait dengan infrastruktur negara dan properti cenderung mengalami lonjakan klaim. 

Oleh karena itu, Jasindo tidak hanya fokus pada proteksi konvensional, tetapi juga mengembangkan strategi untuk mengelola risiko terkait bencana alam yang lebih efisien dan terencana.

Peran Jasindo Dalam Perlindungan Aset Negara

Sebagai bagian dari upaya melindungi aset negara, Jasindo aktif menjalankan Program Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019. Program ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas aset negara, terutama dalam situasi krisis yang disebabkan oleh bencana alam. 

Melalui program ABMN, risiko yang ditimbulkan akibat bencana alam tidak langsung membebani anggaran negara atau operasional lembaga yang memiliki aset tersebut.

Dengan adanya program ini, Jasindo dapat memastikan bahwa setiap klaim terkait bencana alam yang berhubungan dengan barang milik negara dapat dikelola secara terukur dan tidak mengganggu kestabilan anggaran pemerintah. Ini menjadi salah satu instrumen utama yang menjamin perlindungan terhadap berbagai aset penting yang dimiliki negara.

Kenaikan Klaim yang Didorong Oleh Bencana Alam

Sampai dengan Januari 2026, Jasindo mencatatkan total klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp 108 miliar. Kenaikan klaim ini sebagian besar dipengaruhi oleh peristiwa bencana alam yang terjadi pada periode tersebut. Jasindo mengakui bahwa bencana alam yang semakin sering terjadi turut meningkatkan besarnya klaim yang harus dibayarkan.

Namun, meski menghadapi lonjakan klaim, perusahaan terus berupaya menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan perlindungan bagi nasabah. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi underwriting serta risk assessment secara berkala, agar tetap dapat memberikan perlindungan optimal tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

Strategi Jasindo Menghadapi Kenaikan Klaim

Untuk menghadapi potensi risiko di masa depan, Jasindo berfokus pada pengelolaan klaim yang lebih terstruktur dan melakukan penyesuaian terhadap strategi underwriting mereka. 

Perusahaan ini juga menerapkan program risk assessment secara berkala untuk menilai risiko yang mungkin muncul akibat bencana alam yang semakin intens.

Melalui evaluasi yang terus dilakukan, Jasindo dapat menyesuaikan produk dan layanan asuransi dengan perkembangan terbaru dalam hal risiko bencana alam. 

Misalnya, mereka akan menyesuaikan harga premi atau syarat ketentuan untuk produk asuransi tertentu agar tetap menjaga rasio klaim yang sehat dan memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadapi potensi kerugian besar akibat bencana alam yang tak terduga.

Langkah-langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa Jasindo dapat terus memberikan perlindungan kepada nasabahnya tanpa harus terpengaruh oleh fluktuasi besar yang dapat terjadi akibat bencana alam. 

Hal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap memiliki kapasitas untuk memberikan perlindungan yang optimal tanpa merugikan kesehatan keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Menghadapi Tantangan Masa Depan dalam Mengelola Risiko

Jasindo menyadari bahwa dengan meningkatnya intensitas bencana alam, tantangan dalam mengelola risiko juga akan semakin besar. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat strategi pengelolaan klaim dan risiko untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di masa depan. 

Dengan adanya kebijakan dan strategi yang tepat, diharapkan Jasindo bisa tetap memberikan layanan terbaik bagi nasabah sekaligus menjaga kestabilan perusahaan dalam menghadapi segala potensi risiko yang ada.

Tantangan yang dihadapi Jasindo bukan hanya tentang pengelolaan klaim, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat terus beradaptasi dengan perubahan iklim yang memengaruhi frekuensi dan intensitas bencana alam. 

Dalam hal ini, penting bagi perusahaan untuk terus berinovasi dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan efisien kepada masyarakat serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Dengan langkah-langkah yang tepat, Jasindo berkomitmen untuk terus memperkuat posisi mereka sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia, yang siap memberikan perlindungan terbaik bagi semua lapisan masyarakat, terutama dalam menghadapi risiko bencana alam yang semakin meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index