Tokopedia dan TikTok Shop Pacu Ekonomi Lokal Ramadan 2026

Kamis, 05 Maret 2026 | 10:04:44 WIB
Tokopedia dan TikTok Shop Pacu Ekonomi Lokal Ramadan 2026

JAKARTA - Momentum Ramadan kembali menjadi katalis penting bagi geliat ekonomi nasional. Pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 4,87%, dan salah satu penopang signifikan capaian tersebut adalah aktivitas selama bulan suci. 

Lonjakan konsumsi, interaksi digital, hingga transaksi daring membentuk ekosistem ekonomi yang dinamis. Melihat tren tersebut, TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memperkuat sinergi untuk memacu aktivitas ekonomi lokal melalui kampanye Ramadan tahun ini.

Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Lengkei menjelaskan TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026 yang menghubungkan kreator, komunitas, penjual dan pembeli dalam sebuah ekosistem digital terintegrasi untuk memperoleh inspirasi, hiburan sampai pengalaman bertransaksi aman, nyaman dan berdampak nyata.

Menurutnya, ramadan selalu menjadi momen istimewa di TikTok. Tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah selama ramadan, mencerminkan tingginya partisipasi komunitas TikTok di Indonesia. 

Selain menghadirkan inspirasi positif dan hiburan seru selama ramadan, kekuatan penemuan dan dukungan komunitas di TikTok juga membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah ditemukan calon pembeli di era discovery e-commerce.

“Semangat berbagi inilah yang ingin kami gaungkan melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru bersama Tokopedia dan TikTok Shop,” kata Edwin.

Sinergi Platform Dorong Ekosistem Digital Terintegrasi

Kolaborasi tiga platform ini menempatkan kreativitas dan interaksi komunitas sebagai fondasi utama. Ekosistem yang terbangun tidak hanya mendorong transaksi, tetapi juga memperluas jangkauan promosi bagi brand lokal dan UMKM.

Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Antonia Adega menjelaskan, berkat Ramadan Ekstra Seru tahun ini, di minggu pertama ramadan saja sudah ada hampir 13 juta video singkat di TikTok yang dibuat oleh kreator dan penjual. Hal tersebut melampaui setengah dari total video sepanjang ramadan tahun lalu.

“Kekuatan penemuan TikTok memengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Pada awal Ramadan 2026, LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel dan kemeja menjadi yang terlaris,” jelas Antonia.

Tren Discovery E-Commerce Selama Ramadan

Capaian ini sejalan dengan pola konsumsi digital yang terus berkembang setiap Ramadan. Tahun lalu, penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30% dibanding tahun sebelumnya.

Sebanyak 68% pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal perjalanan ramadan mereka, mulai dari mencari inspirasi hidangan berbuka puasa hingga mengambil keputusan belanja hari raya, bahkan sejak sebulan sebelum puasa.

Tren ini memperlihatkan bagaimana konten dan komunitas membentuk perilaku belanja. Discovery e-commerce memungkinkan pengguna menemukan produk melalui konten kreatif, bukan sekadar pencarian konvensional. Model ini memberi peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk tampil di hadapan calon pembeli.

UMKM Rasakan Lonjakan Transaksi Signifikan

Tren ini tidak lepas dari partisipasi aktif kreator dan pelaku usaha yang terus meramaikan momen ramadan di TikTok.

Salah satu UMKM yang merasakan manfaat integrasi ini adalah Mukena Wisanggeni. Brand fesyen muslim ini berjualan sejak 2013 lalu melebarkan sayap melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Mukena Wisanggeni terus membuat konten kreatif, beriklan, ikut kampanye, hingga berkolaborasi dengan affiliate untuk memacu pertumbuhan bisnis.

“Sebagai pelaku UMKM, solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memudahkan kami memasarkan produk secara kreatif serta menjangkau calon pembeli. Pada Ramadan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat,” terang Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari.

Tokopedia dan TikTok Shop mencatat ada sejumlah brand lokal lain dari kategori serupa, yaitu fesyen muslim maupun makanan dan minuman, yang juga merasakan pertumbuhan transaksi signifikan rata-rata lebih dari lima kali lipat berkat Ramadan Ekstra Seru. Transaksi merek fashion muslim asal Bandung, Gwenza, bahkan naik tujuh kali lipat.

“Kami meluncurkan koleksi terbaru pada Ramadan Ekstra Seru 2026 lewat live streaming 13 jam secara konsisten, dengan konten menarik bersama artis dan affiliate,” ujar Founder Gwenza, Deby Lianti.

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Lokal Berkelanjutan

Lonjakan interaksi digital dan transaksi selama Ramadan mempertegas peran platform teknologi dalam mendorong ekonomi lokal. Integrasi konten, komunitas, dan kemudahan berbelanja menciptakan siklus pertumbuhan yang saling menguatkan.

Melalui Ramadan Ekstra Seru 2026, TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop optimistis dapat terus mendukung brand lokal serta UMKM agar berkembang lebih pesat di era digital.

Dengan jutaan video, tingginya partisipasi LIVE shopping, serta peningkatan transaksi signifikan, momentum Ramadan tidak hanya menjadi ajang berbagi inspirasi dan hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi yang nyata. Sinergi platform digital ini diharapkan mampu memperluas dampak positif bagi pelaku usaha di berbagai daerah Indonesia, sekaligus menjaga tren pertumbuhan ekonomi yang solid.

Terkini