Kemhan Pastikan 100 Personel TNI AL Ikuti Pelatihan Kapal Induk di Italia

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36:57 WIB
Kemhan Pastikan 100 Personel TNI AL Ikuti Pelatihan Kapal Induk di Italia

JAKARTA - Kementerian Pertahanan memastikan persiapan awak kapal induk dilakukan secara matang dan bertahap. 

Sebanyak seratus personel TNI AL akan dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan sebelum bertugas di kapal induk Giuseppe Garibaldi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sumber daya manusia pertahanan laut Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan para prajurit akan memperoleh pembekalan menyeluruh. 

"Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta. Pelatihan tersebut menjadi tahap awal sebelum kapal resmi beroperasi di bawah TNI AL.

Menurut Rico, program ini merupakan tahapan pembinaan yang dirancang secara sistematis. Para personel yang dipilih adalah prajurit terbaik dengan pengalaman teknis dan praktik di bidang perkapalan. Seleksi ketat dilakukan agar kemampuan awak kapal sesuai dengan standar pengoperasian kapal induk.

Tahapan Awal Menuju Operasional Penuh

Pelatihan di Italia menjadi bagian dari rangkaian persiapan panjang sebelum kapal bertugas. Meski demikian, waktu pelaksanaan pelatihan belum dijelaskan secara rinci. Rico memastikan seluruh peserta merupakan prajurit yang memiliki kompetensi dan rekam jejak mumpuni.

Program ini dipandang sebagai fondasi penting untuk memastikan kapal dapat beroperasi optimal. Penguasaan teknis dan pengalaman praktik menjadi kunci dalam mengawaki alutsista strategis. Dengan pembekalan langsung di kapal, para personel diharapkan memahami sistem dan prosedur secara menyeluruh.

Kesiapan awak tidak hanya menyangkut kemampuan individu, tetapi juga kerja sama tim. Kapal induk memerlukan koordinasi presisi antara berbagai divisi. Karena itu, pelatihan dirancang agar para prajurit mampu bekerja dalam struktur komando yang kompleks.

Kebutuhan Ratusan Pelaut dan Kompetensi Khusus

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan menyampaikan kebutuhan awak kapal dalam jumlah besar. 

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia's Blue Water Transition: Why High-Value ASW/ AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengoperasian kapal induk membutuhkan keahlian spesifik di berbagai level.

Yayan melanjutkan bahwa jumlah tersebut bahkan bisa bertambah. Perhitungan awal belum mencakup kru noninti seperti penerbangan dan sistem pendukung lainnya. Artinya, kebutuhan sumber daya manusia bisa melampaui lima ratus personel.

Kompetensi khusus menjadi syarat mutlak bagi setiap awak. Pengawak kapal induk harus memahami sistem navigasi, pertahanan, hingga operasional penerbangan. Proses pembinaan karena itu tidak dapat dilakukan secara instan.

Infrastruktur dan Logistik Penunjang Operasi

Selain menyiapkan kru, TNI AL juga mempersiapkan infrastruktur pendukung. Fasilitas tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain harus tersedia sebelum kapal beroperasi penuh. Semua unsur tersebut menjadi bagian integral dalam pengoperasian kapal induk.

Kebutuhan logistik bagi kru yang bertugas dalam waktu lama juga menjadi perhatian. Dukungan suplai makanan, perawatan, dan sistem pendukung harus dirancang dengan matang. Tanpa perencanaan logistik yang baik, operasional kapal tidak akan berjalan optimal.

"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," kata Yayan. Pernyataan ini menggambarkan kompleksitas dukungan yang harus disiapkan untuk satu kapal induk.

Optimisme dan Proses Akuisisi Berjalan

Walau banyak persiapan yang harus dilakukan, Yayan meyakini kesiapan TNI AL. Ia menegaskan seluruh kebutuhan akan dipenuhi demi pengoperasian maksimal kapal induk. Keyakinan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat postur pertahanan laut Indonesia.

Saat ini, TNI AL masih menunggu proses akuisisi yang berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan. Proses tersebut melibatkan pihak Italia dan Fincantieri selaku galangan kapal. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum kapal resmi memperkuat armada nasional.

Dengan pelatihan awak, persiapan infrastruktur, serta dukungan logistik yang matang, pengoperasian kapal induk diharapkan berjalan optimal. 

Seluruh langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun kekuatan maritim yang modern dan profesional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan kredibilitas pertahanan Indonesia di tingkat global.

Terkini