JAKARTA - Menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, kesiapan jalur transportasi menjadi perhatian utama berbagai pihak.
Upaya pengamanan dilakukan secara terpadu demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman. Dalam rangka itu, Jasa Raharja turut ambil bagian dalam kegiatan survei jalur di wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Kegiatan survei ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Sinergi tersebut bertujuan memperkuat kesiapan infrastruktur, layanan, serta pengamanan lalu lintas di jalur strategis. Dengan keterlibatan banyak pihak, diharapkan potensi hambatan selama masa mudik dapat diantisipasi sejak dini.
Titik Strategis yang Ditinjau
Rombongan survei memulai peninjauan di Rest Area KM 81 Tol Cipali yang menjadi salah satu simpul penting arus kendaraan. Lokasi berikutnya yang dikunjungi adalah Induk PJR Cipali KM 188 untuk memastikan kesiapan pengamanan di jalur tol utama. Peninjauan dilanjutkan ke Pos Cileunyi melalui Tol Cisumdawu yang juga berperan penting dalam mendukung kelancaran arus mudik.
Seluruh titik tersebut dinilai strategis karena menjadi jalur utama mobilitas kendaraan saat Lebaran. Evaluasi dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur serta kesiapan fasilitas pendukung. Hasil survei diharapkan mampu menjadi dasar penguatan pengamanan selama periode mudik dan balik.
Kehadiran berbagai stakeholder dalam peninjauan ini mencerminkan komitmen bersama menjaga keselamatan pengguna jalan. Setiap instansi membawa peran sesuai kewenangannya demi menciptakan sistem pengamanan terpadu. Langkah preventif ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap terkendali saat lonjakan kendaraan terjadi.
Komitmen Operasi Ketupat 2026
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Ia menyampaikan komitmen tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga keselamatan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan jalur mudik.
“Negara hadir melalui kolaborasi seluruh stakeholder dalam persiapan pengamanan jalur mudik, baik di Sumatra maupun Jawa. Tahun ini, kami membentuk check point pemeriksaan kendaraan, khususnya untuk bus dan travel, yang meliputi kelaikan kendaraan, kondisi dan kesehatan pengemudi, serta kelengkapan administrasi. Pemeriksaan dilakukan secara terpadu bersama Kementerian Perhubungan, pihak kesehatan, dan didukung oleh Jasa Raharja,” ujar Agus.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan arus balik. Salah satunya adalah pemanfaatan Tol Japek Selatan guna mengurai kemacetan kendaraan. Selain itu, percepatan perbaikan jalan rusak dan penguatan pengawasan di jalur arteri serta jalan nasional utama juga menjadi prioritas.
Peran Aktif Jasa Raharja
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Kakorlantas Polri. Ia menegaskan bahwa perusahaan siap berkontribusi dalam menciptakan mudik yang aman dan berkeselamatan. Keterlibatan ini menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat.
“Jasa Raharja akan menyiapkan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) di sepanjang lintasan mudik, salah satunya di KM 81 sebagai bagian dari checkpoint station. Posyanter ini akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam mendukung pemeriksaan kesehatan pengemudi, penyediaan informasi rute perjalanan, serta edukasi keselamatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Awaluddin menegaskan bahwa fokus utama selama periode arus mudik dan balik adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Upaya meminimalkan risiko fatalitas menjadi prioritas agar keselamatan masyarakat tetap terjaga. Selain itu, perlindungan melalui program asuransi kecelakaan Jasa Raharja dipastikan berjalan optimal.
Sinergi dan Kesiapsiagaan Nasional
Kehadiran petugas Jasa Raharja di lapangan merupakan wujud komitmen pelayanan prima yang berlandaskan semangat melayani sepenuh hati. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, perusahaan terus memperkuat perannya sebagai BUMN yang adaptif dan responsif. Orientasi pelayanan difokuskan pada kepentingan masyarakat luas.
Melalui kegiatan survei jalur ini, seluruh stakeholder berkomitmen memperkuat koordinasi dan integrasi data. Kesiapsiagaan operasional ditingkatkan guna menghadapi lonjakan mobilitas saat Idulfitri. Upaya tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi pengguna jalan.
Dengan mengedepankan sinergi, profesionalisme, dan pendekatan humanis, Jasa Raharja berkomitmen menghadirkan sistem transportasi yang aman dan tertib.
Survei jalur dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri dan melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta perwakilan BUMN terkait. Dari Jasa Raharja turut hadir Direktur Operasional Ariyandi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan berkendara.