Bulog Perkuat Penyerapan Gabah Petani untuk Mendukung Ketahanan Beras Nasional

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:31:34 WIB
Bulog Perkuat Penyerapan Gabah Petani untuk Mendukung Ketahanan Beras Nasional

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Perum Bulog memperkuat strategi penyerapan gabah dari petani lokal.

Langkah ini bertujuan menjaga pasokan beras nasional, sekaligus mendukung stabilitas harga dan kesejahteraan petani di sentra produksi. Penyerapan gabah menjadi bagian penting dari ketahanan pangan nasional pada periode konsumsi tinggi.

Bulog Cabang Tegal bekerja sama dengan Babinsa, Dinas Pertanian, dan penggilingan setempat untuk memetakan lokasi panen. 

Gabah kering panen (GKP) diserap dan digiling melalui mitra, lalu hasilnya disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). CBP tidak hanya untuk konsumsi masyarakat, tetapi juga untuk menghadapi kondisi darurat atau bencana di berbagai daerah.

Peran Strategis Bulog dalam Stabilitas Pangan

Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal TNI (Purn) Marga Taufiq, menegaskan pentingnya peran Bulog dalam penyediaan cadangan beras. 

"Penyerapan gabah dari petani adalah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pasokan beras nasional sekaligus memberikan kepastian pemasaran kepada petani," ujarnya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pengadaan gabah berjalan tepat waktu dan efektif.

Selain itu, Bulog juga aktif memantau harga pangan di pasar tradisional dan ritel modern. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras dan komoditas pangan lain masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini mencerminkan pasokan yang stabil dan harga terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Optimalisasi Penyerapan Gabah dan Cadangan Nasional

Penyerapan gabah yang digalakkan Bulog selaras dengan arahan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan. Upaya ini memastikan ketersediaan beras nasional sepanjang periode konsumsi tinggi. Selain menjaga pasokan, strategi ini juga memberikan kepastian pasar bagi petani, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat cadangan nasional.

Bulog berkomitmen terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Penguatan penyerapan gabah petani dilakukan dengan optimal agar stabilitas pasokan dan harga beras tetap terjaga. Strategi ini juga mendukung kesiapan nasional menghadapi lonjakan konsumsi beras selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Sinergi Lintas Sektor dalam Pengadaan Gabah

Koordinasi antara Bulog, Babinsa, Dinas Pertanian, dan penggilingan lokal menjadi faktor utama kesuksesan penyerapan gabah. 

Setiap tahapan mulai dari pengadaan hingga penyimpanan CBP dilakukan secara terencana dan tepat waktu. Sinergi ini memungkinkan proses pengadaan gabah berjalan efisien sekaligus menjaga kualitas dan volume cadangan beras nasional.

Pemantauan harga dan ketersediaan pangan juga menjadi fokus untuk memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Kegiatan ini menjadi indikator efektifitas penyerapan gabah serta pengelolaan cadangan beras nasional. Sinergi lintas sektor diyakini akan menjaga ketahanan pangan tetap kuat pada periode kritis konsumsi tinggi.

Dukungan Langsung bagi Petani dan Ketersediaan Pangan

Dengan langkah strategis ini, Bulog memberikan dukungan langsung kepada petani melalui jaminan pasar hasil panen. Penyerapan gabah membantu petani memperoleh kepastian pemasaran dan pendapatan yang stabil. Pada saat bersamaan, strategi ini menjamin ketersediaan beras untuk masyarakat sehingga pasokan pangan nasional tetap aman.

Kebijakan ini diharapkan menjaga stabilitas harga beras serta mendukung ketahanan pangan nasional. Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani. Langkah ini menjadi strategi penting dalam memastikan kebutuhan beras masyarakat terpenuhi menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Keberlanjutan Ketahanan Pangan Nasional

Upaya Bulog dalam pengadaan dan penyerapan gabah petani bukan sekadar jangka pendek. Strategi ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Dengan koordinasi efektif, pemantauan harga, dan pengelolaan cadangan beras, pemerintah dapat memastikan distribusi beras tetap stabil dan harga tetap terjangkau.

Langkah ini sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan masyarakat di sentra produksi maupun konsumen akhir. Bulog terus memaksimalkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar ketahanan pangan nasional tetap kokoh. Strategi ini menegaskan peran penting Bulog dalam menjaga stabilitas pangan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Terkini