Wapres Gibran Dorong Peningkatan Literasi AI dan Pemerataan Guru Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:11:04 WIB
Wapres Gibran Dorong Peningkatan Literasi AI dan Pemerataan Guru Nasional

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatera (FUMAS) di Istana Wakil Presiden, Jakarta. 

Pertemuan ini membahas penguatan sumber daya manusia digital serta pemerataan tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Fokus utama adalah mempersiapkan generasi muda menghadapi transformasi teknologi nasional.

Penguatan SDM Digital untuk Masa Depan

Dalam pertemuan itu, Wapres menekankan pentingnya literasi kecerdasan buatan (AI) dan penguasaan coding bagi generasi muda. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kualitas SDM terus meningkat. “Literasi digital harus merata, tidak hanya di kota besar, tapi juga di daerah tertinggal,” tegas Gibran.

FUMAS memaparkan sejumlah program literasi AI dan coding yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah. Program tersebut menargetkan sekolah dan pesantren sebagai basis penguatan kompetensi digital. Wapres menyambut baik ide tersebut dan menilai kolaborasi lintas lembaga akan mempercepat pemerataan akses teknologi.

Pemerataan Tenaga Pendidik di Daerah Terpencil

Ketua Umum FUMAS, Abdul Halim Hutabarat, menekankan perlunya fokus pada distribusi guru, terutama di pelosok. “Fokusnya tadi di bidang guru, terutama kekurangan tenaga pendidik di pelosok,” ujarnya usai pertemuan. Wapres menegaskan pemerataan guru menjadi kunci agar literasi digital bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.

Ketersediaan tenaga pendidik memengaruhi efektivitas program literasi AI dan coding. Daerah terpencil dan kepulauan sering kekurangan guru, sehingga program digital sulit dijalankan optimal. Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, diharapkan kesenjangan ini dapat ditekan.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

FUMAS menawarkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan program literasi AI di sekolah dan pesantren. Wapres mendorong kolaborasi ini agar setiap anak memperoleh akses pendidikan teknologi yang merata. Langkah ini dinilai strategis untuk menyiapkan SDM unggul di era digital.

Selain itu, kolaborasi memungkinkan pertukaran pengalaman dan penyesuaian program sesuai kebutuhan lokal. Pemerintah daerah diharapkan ikut aktif dalam menyusun kurikulum dan pelatihan guru. Dengan demikian, literasi digital dapat lebih tepat sasaran dan efektif di setiap wilayah.

Visi Transformasi Pendidikan Nasional

Wapres menegaskan bahwa penguatan literasi digital dan pemerataan guru adalah fondasi transformasi pendidikan nasional. Dengan SDM yang cerdas dan guru yang merata, Indonesia mampu bersaing di era teknologi global. “Kita ingin setiap anak punya kesempatan yang sama untuk belajar coding dan AI, tidak terkecuali di daerah terpencil dan Papua,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menyiapkan generasi yang adaptif dan inovatif. Peningkatan literasi digital akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi mahasiswa diharapkan mempercepat pencapaian visi pendidikan nasional.

Optimalisasi Program Literasi AI dan Coding

Audiensi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan literasi digital dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Wapres menekankan evaluasi berkala agar program MBG AI dan coding berjalan efektif. Dengan pemantauan berkelanjutan, program diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi generasi penerus.

Wapres juga mendorong FUMAS untuk terus mengembangkan inovasi pendidikan digital. Setiap inisiatif baru akan disinergikan dengan program pemerintah agar hasilnya optimal. Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan memiliki SDM yang siap menghadapi tantangan global.

Terkini